Pengalaman ikut seleksi SBMPTN

Beberapa dari kita mungkin saja pernah mengalami bahkan sering sekali merasa bahwa setelah melakukan kegiatan mempunyai perasaan pesimis atau tidak percaya akan kemampuan diri sendiri. Seperti halnya dahulu pada saat masih duduk di bangku SMA setiap ada ulangan pasti banyak sekali siswa yang cemas dan berfikiran bagaiman jika tidak bisa mengerjakan soal ulangan lebih parahnya lagi belum ulangan sudah memikirkan nilai apakan lulus kkm atau dibawah standar. Saya ingin berbagi pengalaman saya semasa mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Tanggal 9 Juni 2015 merupakan tanggal yang sangat menentukan bagi saya karena pada saat itu masa depan saya dipertaruhkan. Puluhan bahkan ratusan ribu siswa yang telah lulus SMA dari Sabang sampai Merauke saling bersaing agar dapat masuk ke Universitas Negeri Favorit. Salah satunya Universitas yang ada di kota Yogyakarta yang identik dengan sebutan kota pelajar menjadi tujuan para calon mahasiswa dari berbagai daerah untuk menempuh pendidkan. Kursi yang tersedia atau daya tampung sangat terbatas tetapi peminat yang sangat banyak memaksa para calon mahasiswa bersaing antara satu dan lainnya untuk memperebutkan kursi yang tersedia.

Kebetulan saya memilih kampus UNY sebagai tujuan saya kuliah nanti karena saya mempunyai cita-cita menjadi seorang pendidik atau seorang guru. Karena saya melakukan pendaftara SBM masih awal-awal jadi tempat ujian juga di kampus UNY dan kebetulan mendapat ruang ujian di fakultas MIPA A. Saat masuk ke ruang ujian dan mulai mengerjakan soal saya merasa gugup walau sebelumnya saya sudah mengerjakan latihan-latihan soal SBM tahun kemarin dari buku ataupun tryout. Saya yakin peserta yang berada di dalam ruangan tempat saya ujian juga merasakan hal yang sama karena ini merupakan ujian penentuan. Setelah saya selesai mengerjakan soal tinggal menunggu hasilnya yang akan di umumkan satu bulan kemudian. Karena jarak watu ujian dengan pengumuman hasil ujian terbilang cukup lama, banyak dari siswa mencrai alternatif atau cadangan universitas dengan mendaftar ke universitas swasta.

Hari demi hari berlalu dan tibalah pada saat yang ditunggu tunggu oleh para pejuang SBMPTN tepatnya tanggal 6 Juli 2015 mulai pukul 17.00 pengumuman siapa saja yang lolos seleksi SBM bisa melihat hasilnya di web resmi. Sebelumnya saya tidak membayangkan akan lolos pada seleksi tersebut karena saya sudah terlanjur pesimis. Tetapi Alhamdulillah mungkin ini sudah jalan hidup saya. Saya di terima sebagai calon mahasiswa baru UNY pada prodi Pendidikan Ekonomi yang merupakan pilihan pertama saya. Inti dari semua ini tetap bersungguh-sungguh, berusaha walau terkadang seperti tidak mungkin tapi percayalah jika Allah telah merencanakan yang terbaik buat kita. Sekian

 

0 thoughts on “Pengalaman ikut seleksi SBMPTN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

50 − 44 =